Website Resmi FORMAL Malang telah pindah, harap kunjungi www.formal-mlg.or.id untuk menyimak dan update berita tentang FORMAL Malang

Indonesia Maslahat: Relasi antara Agama dan Negara



Di abad modern ini, pemahaman terhadap norma-norma keagamaan sudah saatnya disinkronisasikan dengan pemahaman kehidupan bangsa dan bernegara. Karena negara sebagai kebutuhan yang sangat penting  dalam mengimplementasikan agama secara riil dalam kehidupan. Maka semangat beragama harus didasari semangat bernegara. Dengan pengertian sikap moderat dan inklusif Islam ini juga harus tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak berlebihan sekiranya semangat kebangsaan dan cinta tanah air harus mengintervensi terhadap selurus aspek dan elemen masyarakat. Hal ini dimaksudkan demi terciptanya kemaslahatan global, mengakhiri episode berdarah sejarah umat manusia dan menciptakan dialog kehidupan yang rukun dan damai.
Dalam konteks kekinian, aksi nyata dalam membela tanah air dapat diwujudkan dengan menjalankan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan keadaan masing-masing. Karena dengan begitu, tidak hanya akan terbatas pada perlindungan terhadap negara, melainkan usaha ketahanan dan kemajuan semua aspek kehidupan. Karena faktanya, tidak sepenuhnya benar jika rentetan tragedi konflik kemanusiaan dalam sejarah hanya terbatas keyakinan belaka. Faktor ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial dan penindasan yang terajut dalam ketidak-adilan juga merupakan kenyataan muara konflik yang sulit dipungkiri.
Dan juga diperlukan pemerataan sosialisasi bela negara untuk melahirkan pemikiran nan dinamis serta gerakan yang strategis untuk membangun masyarakat yang maju nan bermoral sebagai kontribusi besar kekuatan bangsa. Dan memperkuat sendi-sendi kenegaraan dari berbagai faham radikalisme, ekstrimisme dan lain-lain yang berpotensi merongrong kebhinekaan bangsa ini.
Namun bentuk cinta tanah air  tidak dapat diperlakukan melebihi porsi yang semestinya. Hal ini betujuan untuk menghindari faham fasisme dan totalitarianisme yang akan menjadikan masyarakat mencintai tanah airnya mengalahkan segalanya. Dan juga cinta tanah air tidak dapat dikesampingkan atau bahkan ditinggalkan sebagaimana masyarakat apatis. Dengan mengambil jalan tengahlah estafet peradaban akan terus berlanjut dan roda kehidupan akan terus berputar menuju masyarakat yang madani dan bermoral.
Disinilah peran Islam untuk bergerak dan mengintervensi seluruh aspek kehidupan. Dengan menimbang nilai-nilai kemaslahatan universal yang menjadi proyek dan tujuan agama itu sendiri, agama dan negara akan berjalan beriringan, akan terus bersinergi dan saling memperkuat dari segi internal dan eksternal untuk memperkuat kesatuan bangsa dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang MASLAHAT (maju, sejahtera, adil, harmonis, aman, dan tentram).
Wallohu a’lam.
Penulis: Nasikhul Amien, santri Lirboyo asal Pasuruan.

Subscribe to receive free email updates: