Indonesia Maslahat: Relasi antara Agama dan Negara

Di abad modern ini, pemahaman terhadap norma-norma keagamaan
sudah saatnya disinkronisasikan dengan pemahaman kehidupan bangsa dan
bernegara. Karena negara sebagai kebutuhan yang sangat penting dalam
mengimplementasikan agama secara riil dalam kehidupan. Maka semangat beragama
harus didasari semangat bernegara. Dengan pengertian sikap moderat dan inklusif
Islam ini juga harus tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak berlebihan sekiranya semangat kebangsaan dan cinta
tanah air harus mengintervensi terhadap selurus aspek dan elemen masyarakat.
Hal ini dimaksudkan demi terciptanya kemaslahatan global, mengakhiri episode
berdarah sejarah umat manusia dan menciptakan dialog kehidupan yang rukun dan
damai.
Dalam konteks kekinian, aksi nyata dalam membela tanah air
dapat diwujudkan dengan menjalankan kewajiban sebagai warga negara sesuai
dengan keadaan masing-masing. Karena dengan begitu, tidak hanya akan terbatas
pada perlindungan terhadap negara, melainkan usaha ketahanan dan kemajuan semua
aspek kehidupan. Karena faktanya, tidak sepenuhnya benar jika rentetan tragedi
konflik kemanusiaan dalam sejarah hanya terbatas keyakinan belaka. Faktor
ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial dan penindasan yang terajut dalam
ketidak-adilan juga merupakan kenyataan muara konflik yang sulit dipungkiri.
Dan juga diperlukan pemerataan sosialisasi bela negara
untuk melahirkan pemikiran nan dinamis serta gerakan yang strategis untuk
membangun masyarakat yang maju nan bermoral sebagai kontribusi besar kekuatan
bangsa. Dan memperkuat sendi-sendi kenegaraan dari berbagai faham radikalisme,
ekstrimisme dan lain-lain yang berpotensi merongrong kebhinekaan bangsa ini.
Namun bentuk cinta tanah air tidak dapat diperlakukan
melebihi porsi yang semestinya. Hal ini betujuan untuk menghindari faham
fasisme dan totalitarianisme yang akan menjadikan masyarakat mencintai tanah
airnya mengalahkan segalanya. Dan juga cinta tanah air tidak dapat
dikesampingkan atau bahkan ditinggalkan sebagaimana masyarakat apatis. Dengan
mengambil jalan tengahlah estafet peradaban akan terus berlanjut dan roda
kehidupan akan terus berputar menuju masyarakat yang madani dan bermoral.
Disinilah peran Islam untuk bergerak dan mengintervensi
seluruh aspek kehidupan. Dengan menimbang nilai-nilai kemaslahatan universal
yang menjadi proyek dan tujuan agama itu sendiri, agama dan negara akan
berjalan beriringan, akan terus bersinergi dan saling memperkuat dari segi
internal dan eksternal untuk memperkuat kesatuan bangsa dalam membangun Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang MASLAHAT (maju, sejahtera, adil, harmonis,
aman, dan tentram).
Wallohu a’lam.
Penulis: Nasikhul Amien, santri Lirboyo asal Pasuruan.